Showing posts with label the netherlands. Show all posts
Showing posts with label the netherlands. Show all posts

Thursday, August 15, 2019

EUROPE: 14 Days, 7 Countries and 13 Cities (Part 6)

(Masih) Minggu, 16 Juni 2019 VOLENDAM - THE NETHERLANDS



Berjalan-jalan di Zaanse Schans selesai hanya setengah hari saja, kami pun berlanjut ke Volendam. Jangan khawatir, dari Zaanse Schans kalian bisa lanjut ke Volendam dengan bis conexxion dari halte situ. Di halte terpampang dengan jelas di layar LCD, bis yang mana yang lewat disitu dan jam berapa jadwal kedatangannya.

Zaanse Schans ke Volendam ga terlalu jauh, hanya sekitar 20 menitan perjalanan dengan bis. Dan nampaknya, bis diisi penumpang turis semua yang memang beredar seharian itu ke daerah Zaanse Schans, Volendam, Edam. 

Sampai halte, kami ga tau sebenernya kemana harus berjalan. Yang kami tahu, daerah turisnya berada di pinggir pantai. Dan akhirnya, kami berjalan mengikuti yang nampaknya juga turis di depan kami. Begitu sampai ke jalan tangga kecil yang nampaknya bukan jalan lumrah, kami kebingungan mau ngikut terus apa cari jalan lain. Pas celingak-celinguk, ternyata oh ternyata, di belakang kami pun ada turis lain yang ngikutin kami hahahhahaa... Si dua turis di belakang kami pada ketawa sambil nyeletuk, kita semua jalan sama-sama ngikutin orang dari depan aja, sampe sini pada bingung hahahhaa...

Jajan poffertjes pancake khas Belanda
Whatever-lah, terlanjur ngekor, marilah kita ngekor sampai akhir! Syukurlah, ketika sampai di ujung tangga, kami menemukan yang kami cari wkwkwkwkkk...

Jajan kibelling buat lunch
Volendam adalah daerah nelayan, makanya letaknya di pinggir pantai. Di sepanjang pantai, berderet toko-toko souvenir, studio foto yang menyewakan baju tradisonal Belanda yang bejubelllll selalu setiap kami masuki, restauran dan warung kibelling Volendammer Vishandel (gorengan ikan-ikanan). Pendeknya, ya isinya cuma begitu doank. Turis, dan segala macam yang berhubungan sama turis. Mungkin karena di Indonesia saya terbiasa lihat banyak pantai yang lebih indah, jadi melihat Volendam biasa aja. Yang ada, malah keluar masuk toko souvenir hahahhaa...





Tuesday, July 30, 2019

EUROPE: 14 Days, 7 Countries and 13 Cities (Part 5)

Minggu, 16 Juni 2019 ZAANSE SCHANS - THE NETHERLANDS


Kelompen raksasa di Zaanse Schans
Hari ini rencana keliling keluar Amsterdam, melipir agak ke pinggir. Rencana mengunjungi dua tempat, Zaanse Schans dan Volendam. Langsung "nanya" google maps, gimana caranya ke kedua tempat ini. Kata google maps, disuruh naik bis Conexxion dari Amsterdam Centraal. Kalau dari google maps, dari Zaanse Schans ke Volendam disuruh balik lagi ke Amsterdam Centraal baru dari sana naik lagi yang ke Volendam. Kenyataannya, di halte Zaanse Schans, ada bis Conexxion langsung ke Volendam! Jadi jangan terlalu ngikutin kebetan, bisa ngecek-ngecek di halte jurusan mana aja bis yang lewat disitu.




Zaanse Schans adalah desa buatan yang dibuat sedemikian untuk mengumpulkan jejak sejarah terutama yang berkaitan dengan pondasi awal revolusi industri di Belanda, khususnya Zaanstreek. Didalamnya terdapat banyak museum yang berkaitan dengan sejarah industri, seperti Zaans Museum and Verkade Experience (biskuit khas Belanda), Albert Heijn Museum Shop (supermarket terbesar di Belanda), Bakery Museum de Gecroonde Duyvekater dan bahkan "pertunjukan" cara pembuatan kelompen.


Di sini, bisa jajan ngemil-ngemil sambil menikmati udara yang seger banget. Kalau gw, selalu ga nahan kalau ketemu strawberry. Buahnya selalu terlihat merah besar dan menggiurkan, apalagi dikasih kucuran coklat leleh... yummmmm... Satu lagi yang ga bisa dilewatkan adalah wafle, pancake khasnya Belanda. Dibuat dadakan (bukan tahu bulat ya hehehe...), dimakan hangat-hangat dikucuri coklat (lagi!) endessss markondessss!


Friday, July 26, 2019

EUROPE: 14 Days, 7 Countries and 13 Cities (Part 4)

Masih Sabtu, 15 Juni 2019 AMSTERDAM - THE NETHERLAND


 
Hari ini jadwal kami keliling Amsterdam, karena besok kami akan keliling di luar Amsterdam. Tujuan pertama, katanya Si Kakak adalah alun-alunnya Amsterdam a.k.a. Dam Square! Ngapain ke alun-alun? Ada apaan aja emangnya disitu? Pendeknya siy, namanya alun-alun ya sama dan sebangun dengan alun-alun di Indonesia. Yaitu, pusat pemerintahan, pusat kota, dan pastinya, pusat keramaian.

Royal Palace

Koninklijk Paleis Amsterdam atau Royal Palace of Amsterdam yang dibangun tahun 1665 adalah sejatinya tempat keluarga kerajaan Belanda tinggal. Walaupun saat ini istana tersebut sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat tinggal, namun masih digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara-acara resmi seperti menerima tamu kenegaraan. Istana ini dibuka untuk umum jika sedang tidak ada acara kenegaraan.



Madam Tussaud
Nah, ternyata, di Dam Square ini juga terdapat Museum Lilinnya Madam Tussaud! Pastinya, kami ga masuk hehehehee...sudah cukuplah referensi di Hongkong sama Bangkok ajah. Ngirit!
Pelataran Dam Square memang ramai dengan pengunjung dari berbagai negeri. Ada pula para penampil berkostum ala Halloween. Dan yang menjadi primadona, adalah para merpati yang dijadikan teman berfoto.

Nieuwe Kerk


Nieuwe Kerk adalah gereja tertua kedua di Amsterdam setelah Oude Kerk. Gereja ini sekelas dengan Westminster Abbey di London yang menjadi tempat berlangsungnya pelantikan Raja/Ratu Belanda dan Royal Wedding. Selain itu, gereja ini sering juga digunakan sebagai tempat pameran, sehingga pengunjung bisa sekalian menikmati pula keindahan interior gereja ini.






National Monument 
National Monument
Ini dia nih monasnya Belanda. Monumen berbentuk pilar putih yang diresmikan tanggal 4 Mei 1956 ini berada di tengah Dam Square. Monumen tersebut adalah tugu peringatan untuk mengenang mereka yang gugur dalam Perang Dunia II. Setiap tahunnya setiap tanggal 4 Mei, di tugu peringatan ini diadakan upacara yang dihadiri pejabat tinggi Belanda termasuk anggota keluarga kerajaan Belanda.
Sayangnya, monumen ini jadi terlihat kurang cantik karena banyak kabel malang melintang berseliweran di sekitarnya.

Kenyang berkeliaran di Dam Square, kami pun pindah ke daerah Amsterdam Centraal. Baru deh nemu kanal yang terkenal itu. Di sini juga banyak berjejer toko-toko souvenir, dan peeenuuuhhhh turis. Ditambah matahari musim panasnya yang telat terbenam, ga akan berasa walaupun kalian keliaran sampai jam 12 malam! Untungnya, kaki gw tereak-tereak ngingetin. Udah waktunya istirahat woooiiiiii!!! Perjalanan masih panjaaannnggggg... Inget umur, jaga stamina, baru juga hari pertama 😅

Thursday, July 25, 2019

EUROPE: 14 Days, 7 Countries and 13 Cities (Part 3)

Sabtu, 15 Juni 2019 Welcome AMSTERDAM!

Dari Schiphol Airport menuju hotel menumpang dua macam tranportasi, train dan metro. Karena sudah punya tiket travel pass 2 days, kami ga perlu lagi beli tiket walaupun keluar masuk gonta-ganti public transport. Itulah enaknya klo pake day pass. Dan kerennya, day pass di Amsterdam dihitung 24 jam dari pertama nge-tap. Misal kalian nge-tap jam 5 sore pun, day pass kalian akan valid sampe jam 5 sore besoknya, asik kan???
 
Waktu ganti train ke metro di Amsterdam Sloterdijk, kami muter2 kebingungan, padahal stasiunnya itu2 aja. Mana gerimis, banyak genangan pula. Sudah tanya beberapa orang tetep aja ga mudeng hahahhaa... Akhirnya ada yang nyapa, seorang lelaki yang ramah sekali. Nampaknya dia sudah mengamati kami muter-muter dari tadi. Dia tanya kami mau kemana, lalu dia tunjukan gerbang masuk ke stasiun metronya, yang ternyata cuma naik ke tangga aja hahahaaa...

Tram-nya Amsterdam


Metronya tua banget, kayak KRD Purwakarta-Jakarta jaman dulu hihihihii... Di Eropa, kereta paling tua sampai yang ter-modern ada. Apa artinya? Artinya, walaupun mereka punya teknologi transportasi terbaru, tapi mereka tetap merawat transportasi umum lamanya. Sehingga kereta yang sudah sangat tua pun, masih bisa beroperasi baik-baik saja sampai hari ini.

Syukurlah, walaupun tercatat cek in pukul 14.00 tapi kami diperbolehkan langsung masuk begitu tiba di hotel walaupun masih belum pukul 12 siang. Lumayan bisa langsung leyeh-leyeh dan rebahan meluruskan punggung.

Hotelnya bintang 4, pantaslah fasilitasnya juga modern. Selama muter-muter Eropa, hotel ini yang paling keren fasilitasnya, walaupun dengan harga hotel lain yang lebih mahal. Yang paling menarik perhatian adalah mesin kopi yang baru pertama kali kami temui di kamar hotel hahahaha... udik ya. Setelah otak-atik cara kerjanya, kami sampai bikin tutorial cara bikin kopinya, siapa tau ada yang lain yang udik juga kayak kami wakakakakkkkk...



VISA KOREA SELATAN GRATIS SAMPAI AKHIR TAHUN 2019! KUUYYY!!!

Hai traveller, pada tau ga? Korea Selatan kan lagi bikin "promo" visa gratis looohhhh... Promo ini diberikan pemerintah Korse...