Monday, May 14, 2012

Family Trip, Bali 5-6 Mei 2012




Love seeing their SMILES...


Beberapa waktu lalu momsky minta jalan-jalan ke Bali. Ngiri kali yah anaknya keliaran mulu tapi belio paling banter di ajak rendeman aer panas doank di Ciater yang deket wkwkwwkkk... Padahal udah beberapa kali dibilangin, klo kami jalan tu ngegelandang kasian klo bawa orang tua. Tapi kayaknya liat poto2 jalan2 gw yang selalu tampak ceria riang gembira, belio ga percaya deh wakakakkkk...

Singaaaaa...!!!
Dan akhirnya kami berempat (gw, abang gw satu2nya, momsky, sama kakak sesendal jepit yg kemana2 keliaran bareng gw) berangkat juga ke Bali walopun ga bisa lama2 soalnya ga bisa pada cuti.


 


Lupa, momsky ga boleh banyak makan kolesterol... (T_T)















 So, ga usah banyak cingcong, biarlah gambar yang bercerita hehehehe...

with Brother semata wayang

LOVE our Momsky SO VERY MUCH... *hug*hug*hug*

It's Narses MEh!!! (^o^)y...
Yes, there's always be ME in many poses wkwkwkkk...




Saturday, April 7, 2012

My First Snow Fall Di Negeri Ginseng (Part 4 End)





GyeongbokGung




Senin, 26 Maret 2012 City Tour (Gyeongbokgung,
Cheongye Stream, Deoksugung, Namdaemun & Incheon Aiport)

Hari ini hari terakhir kami di Korsel, waktu cek out jam 10.30 pagi tapi kami keluar dari penginapan jam sembilanan untuk melanjutkan beredar di sekitar Seoul. Koper dititip di front office untuk di pick up sore.

Tujuan pertama hari ini adalah Gyeongbokgung, salah satu dari 3 istana di Seoul. Kami menumpang subway menuju Gyeongbokgung Station. Di subway bertemu seorang ahjussie yang ramah sekali, mengajak berbincang waktu ngeliat gw memungutkan buku seorang ibu yang kerepotan.

Dia bertanya kami mau ke mana dan asal negara gw, gw pun balik bertanya apa dia tau Indonesia. Ahjussie bilang, Bali adalah tempat (indah) nomor satu di dunia. Wakakakakakkk... Bisa aje deh mentang2 ngobrolnya sama orang Indonesia.

Ahjussie juga bertanya, apa pendapat gw tentang Korsel (dibanding Korut)? Gw bilang, Korsel punya tempat2 yang indah, dan gw senang dengan orang2nya yang sangat helpful. Ahjussie mengangguk2 senang.

Kami berpisah di stasiun Jongno, tak lupa gw ucapkan terima kasih ketika berpisah. Seorang Ahjumma di samping gw melirik2 dan tersenyum ke arah gw waktu gw buka peta subway. Dan menyebutkan nama stasiun yang akan kami lewati. Gw mengangguk2 dan tersenyum kepadanya. Belio ga bisa Bahasa Inggris. Lucunya orang Korsel, walaupun gw bilang ga bisa Bahasa Korea, mereka tetep ajak gw ngobrol pake Bahasa Korea. Tinggal kami berdua aja sama2 bingung, kagak nyambung! Hahahaaa...

Stasiun Gyeongbokgung begitu artistik, dengan dinding batu yang dihiasi pahatan2 a la candi klo di Indonesia. Keluar stasiun pas di gerbang samping istana, sayang museum seninya sedang tutup hingga Juli 2012. Jadi kami langsung masuk menuju dalam istana.

Beruntung, beberapa saat kemudian dilangsungkan upacara pertukaran penjaga istana. Turis2 bergerombol berlomba mengabadikan prosesi yang berlangsung. Lucu, di saat upacara sedang berlangsung, tiba2 siswi SMP Jepang pada berlarian ricuh berpose pengen poto sama para pengawal! Wakakakkakkkkk ada2 ajah... Di usir deh sama petugas penjaga upacara.

Selesai prosesi kami masuk ke area dalam, untuk melihat isi istana. Di dalamnya ada sebuah bangunan entah untuk apa, pokoknya pengunjung ga boleh masuk ke dalamnya cuma mengintip dari jendela dan pintu yang terbuka lebar.



Prosesi Pergantian Penjaga

Di bagian samping, ada sebuah toko suvenir untuk yang mau beli. Dan beberapa poster (?) bergambar laki2 dan perempuan menggunakan hanbok berbagai ukuran dari kayu yang wajahnya dilubangi. Lumayaaaannn... Bisa foto pake hanbok biarpun cuma boongan wkwkwkwkkkk... :p

Pas lagi foto2, ada gerombolan orang beriring2an bikin kami penasaran. Ternyata, ada iring2an "Ratu & Raja" lengkap dengan pengawal dan dayangnya inspeksi keliling istana. Bisa aja nih orang Korea bikin tontonan wisata.



GyeongbokGung dan Hal2 Menarik didalamnya

Dari Gyeongbokgung kami menyeberang dan berjalan kaki di tengah jalan menuju City Hall. Udah kelihatan dari jauh patung Raja Joseon yang buesaaaaarrrr dan tinggi sedang duduk di singgasananya. Didepannya ada satu patung lagi, patung panglima dari batu yang juga besar.

Di ujung persimpangan jalan, ada beberapa orang berkalung papan bertulis dan bergambar (depan-belakang) yang lagi demo dijagain banyak polisi. Pas ada satu turis yang ambil foto pendemo, dia langsung didekati polisi dan dihapus hasil fotonya wkwkwkwkkkkk... 



Sekitar City Hall - Cheongye Stream

Gw ga bisa baca tulisannya apa, yang pasti dari gambarnya (karung goni yang lagi digerogoti tikus) bisalah ya kita simpulkan itu demo tentang apa.

Dari situ kami menyeberang menuju
Cheongye Stream yang dibiarkan mengalir di tengah kota... Di antara gedung2 pemerintahan di sekelilingnya, Cheongye Stream biasa digunakan karyawan sekitar untuk bersantai sejenak saat istirahat siang tiba. Atau sekedar berjalan2 sambil membawa segelas kopi panas. Korean sukaaaaa banget Starbuck nampaknya, di mana2 bertebaran "warung" starbuck dan orang berlalu-lalang menggenggam gelas starbuck.

Ga berasa, jam udah menunjukkan waktu lewat tengah hari. Kami pun memutuskan menumpang subway menuju Deoksugung. Istana yang terletak di dekat Coex, pusat perbelanjaan termegah di Seoul, dan tempat diselenggarakannya KTT Nuclear.

Kami sudah tahu Istana ini sebenarnya tutup hari Senin, tapi karena penasaran kami tetap ke sana. Dan ketika kami sampai, Deoksugung bener2 tutup wkwkwkwkkkk... Cuma bisa foto di gerbang depannya aja yang tertutup rapat. Kami pun memutuskan makan siang saja di KFC.

Di Seoul, minuman bersodanya ambil sendiri di dispenser. Terserah mau ditambah es atau enggak, mau dicampur2 atau engga, kita cuma dikasih gelas kertas kosong. Dan, selesai makan harus membereskan sampahnya sendiri. Di ruang makan disediakan "tong sampah" untuk masing2 jenis sampah. Sampah cair, sampah gelas minum, sampah plastik, sampah makanan dan sampah kertas bekas alas makanan.

Selesai makan, hari sudah sore. Kami memutuskan untuk pergi ke Namdaemun Market yang terletak di seberang penginapan untuk membeli oleh2 buat dua ponakan sekaligus menjemput koper di penginapan.



Namdaemun en pernak-perniknya

Angin masih amat kencengggggg, sampe dagangan kaus dan baju2 Ahjussie dan Ahjuma beterbangan tak terkendali. Kami pun masuk ke pertokoan buat menghangatkan badan. Tapi ternyata, badan gw malah jadi makin menggigil waktu keluar pertokoan karena harus menyesuaikan lagi dengan suhu luar.

Beberapa dagangan Ahjuma agak2 ga biasa. Ada dagangan makanan yang mirip kumang berukuran besar, ada juga sup (?) kecoak (?) yang dijual bersama rice cake panggang! Hiiii... Liatnya aja geli... Ada juga buah berbintil yang entah gw ga pernah liat sebelumnya. Jelek banget bentuknya!

Puas berkeliaran di Namdaemun untuk terakhir kalinya, kami pun beranjak menuju penginapan untuk menjemput bawaan. Hari ini Kwang Jae ganteng yang jaga, assoooiiiyyy...! Gw bisa todong foto! Wakakakakkkk...! 


Mudik.... nb: akhirnya bisa foto sama Kwang Jae wkwkwkkkk...

Setelah dadah2an dan berbasa-basi untuk datang lagi lain waktu, kami pun beranjak menuju Incheon Airport menumpang subway airport railroad yang tarifnya paling murah. Cuma 4rb won dari Heohyon sampe Incheon (transfer di Seoul Station)! Wkwkwkwkkkk...

Asal jangan salah masuk stasiun KTX ajah di Seoul Station, bisa jebol kantong! Salah masuk stasiun ini yang bikin gw pucet setengah mati. Duit tinggal beberapa ribu won, liat tiket KTX harganya sampe puluhan ribu won!!! Wakakkakakkkk...! Percuma punya tiket pesawat balik klo ga bisa sampe ke bandara!

Akhirnya kami menemukan stasiun Korail (subway tarif ekonomis) menuju Incheon Airport. Dan ternyata, di jalur itu bukan cuma satu jurusan. Kami harus menunggu giliran Korail jurusan Incheon Airport lewat. Perjalanan dari Seoul Station - Incheon Airport cukup lama, sekitar 45 menit melintasi jembatan yang memisahkan pulau Incheon dan pulau utama (dimana kota Seoul berada). Kami pun selamat sampai bandara tanpa suatu apa. Dan memulai perjalanan panjang menuju tanah air...

Oks, slese juga akhirnya perjalanan gw kali ini ngubek2 Seoul sendiri! Walopun banyak nyasarnya, banyak nanyanya, banyak ga ngertinya, banyak menggigilnya, ga teratur makannya (kebanyakan jajan cemal-cemil doank), gw puassssss dan pengen pergi ke sana lagi suatu hari nanti ke Busan, Jeju, dan tempat2 pelosok KorSel lainnya... Apalagi mengingat orang2nya yang SUUUPEERRR RAMAAAH... Dan yang pasti, dandan seaneh apapun ga ada yang memandang dengan pandangan aneh. Soalnya, mereka sendiri pun udah biasa ekspresif dengan dandanan yang suuuupppeerrrr aannneeeehhh!!! Hahahhahaaaaa... Luuuuvvvv Seoul... Di sini gw merasa diterima dan nyaman... Joah Yoooo!!! (^_^)y

감사합니다 , 또 만나요 ...(Ghamsahamnida, Tto Mannayo...) terima kasih and see you soon... (I hope...)

Wednesday, April 4, 2012

My First Snow Fall Di Negeri Ginseng (Part 3)


Namsan Tower


Minggu, 25 Maret 2011 City Tour (Namsan Tower, Toppokki & Nanta Show)

Pameran Cinta
Pagi ini juga cerah, gw udah full style dengan sepatu boot baru dan berencana keliling Seoul aja seharian. Tujuan pertama adalah Namsan Tower, trademarknya Korsel. Klo di Indonesia mah Monas kali yeee... Kami dikasih wejangan sama temen sesama backpackers yang ketemu di Nami, (yakz! Kami ketemu lagi di subway kemaren. Dunia memang sempit wkwkwkwkk...) untuk naik cable car aja daripada jalan.
Main2 di Namsan Tower

Gw pikir, pengen gaya ahhh pake boots baru toh jalannya pake cable car ini. Dan... Wrong choice! Naiknya siy ga begitu masalah, eh pas pulang,
"Excuse me, due to the strong wind cable car can't be operated. U can refund the ticket"
Huwaaaaaa...!!! It's really not about the money Oppa... 1200m turun tangga, pake boots high heels pula!!! Lutut gw ancoeeerrrr huwhuwhuuuwww... Cantik itu memang menyiksa yah...



Banci Kamera

Setelah puas foto2 narsis di Namsan Tower, gw pun menyiksa diri turun tangga huwhuwhuuwww... Eh ketemu dedek kecil yang semangat banget turun tangga walaupun idungnya sampe ingusan saking dinginnya. Gw aja, sampe kebas niy idung, abis dilap ga berasa udah bersih apa blom wakakkakakkk... Jijay! Keterangan ga penting.

Perjuangan

Karena angin sangat buesaaarrr en gw ga tahan sama kaki gw, akhirnya kami balik penginapan. Ternyata gan, cedera lutut gw agak parah... Lutut kiri gw sakit banget diajak jalan, apalagi subway di Korsel naik turun tangga maluluw... Hadeuh... Atiiitttt...

Kami pun istirahat, nunggu kaki gw apa akan lebih baikan.

Sekitaran jam enem akhirnya kami pun beredar lagi mau nonton Nanta Show atau seenggaknya booking tiketnya. Keliling2 ke sana ke mari di sekitaran Myeongdong dan The Bank of Korea. Capek, pusing, dingin, stres, ga ketemu juga. Mendingan gw jajan toppokki ajah dahhhh... Aahhhh... Mashta!!! Dingin2 makan toppokki yang panas en pedes, nikmaaattttt... Walopun, klo lebih pedes lagi pasti lebih nikmat...

Mamam Teobbokki aka Toppokki

Pas udah nyerah gitu, mutusin buat jalan2 di Myeongdong ajah, eehhh... mata gw malah tertumbuk sama poster kecil bertuliskan Nanta Show di pintu sebuah ruko!!! Yups! R U K O!!! -Pantesan orang sono banyak yang ga ngeuh ada tontonan ini- Tuhan memang maha adil, dia tau gw udah mati2an cari tu Nanta Show wkwkwkwkk... Pas kayak gini aja inget ma tuhan :D

Kami masuk cuma beberapa menit sebelum acara di mulai, jam delapan malam waktu Korsel. Untung aja masih dapet tiket, dan memang, penontonnya mayoritas turis asing. Ga heran klo orang sono banyak yang ga tau acara ini. Sama aja lah ya... Kayak pentas sendratari di Candi Prambanan geto kali yah, lebih banyak ditonton turis asing daripada turis lokal.

Nantaaaa Showwww!!!!!

Pertunjukannya ga banyak dialog, jadi lebih universal siapapun bisa menikmatinya. Ga sia2 gw muter2 Myeongdong sampe puyeng, pincang, stress en menggigil cuma pengen nonton ini show. Puas ketawa sampe ngakak-ngakak liatin si chef yg kejepit dalem tong sampah :D *lupa namanya*

Pertunjukan baru slese jam setengah sepuluhan, jadi kami langsung pulang aja dan melanjutkan jalan2 besok pagi di hari terakhir. Lagian, polisi bergerombol menuhin daerah Myeongdong dan sekitarnya sampe kita tadi muter2 menerobos tu gerombolan polisi. Lagi banyak demo kayaknya, berkaitan sama KTT Nuclear yg lagi berlangsung di Seoul dan dihadiri pemimpin2 dunia termasuk eSBeYe sama Obama.

                                                                          *********

Tuesday, April 3, 2012

My First Snow Fall Di Negeri Ginseng (Part 2)


DMZ Area


Sabtu, 24 Maret 2012 DMZ (DeMilitarized Zone) Tour

Jam setengah tujuh waktu Seoul gw udah keluar penginapan ke Family Mart cari sarapan, sapa tau dapet onigiri Korea. Hiyaaa!!! Dapet yang isi ayam! Gw beli 2 onigiri, 2 telor pindang rebus, sama dua roti tawar (isi keju sama isi strawberry). Onigiri sama telor diangetin di microwave buat sarapan plus kopi panas yang disediakan hostel.

Blom slese makan, jemputan DMZ Tour udah dateng. Kami dijemput mobil van, dan ditransfer ke bus tour di Ittaewon. Semua berjumlah 39 orang, campur-campur. Ada banyak bule, Singaporean, Japanese, Indonesian, Pinoy, en Korean itu sendiri.



Bis Tour DMZ

Udara cerah ceria pagi ini di DMZ walaupun tetep aja dingin anginnya. Dengan ditemani Tour Guide berkaus pink dipadu celana tentara (ironis!), yang bercuap2 sepanjang perjalanan menjelaskan asal-usul DMZ dan peraturan yang berlaku selama di sana. Hal paling penting dari peraturan DMZ Tour adalah, tidak boleh sembarang foto2! Setelah beberapa lama, akhirnya kami sampai di security checking gate tanda kami akan memasuki kawasan DMZ.

Seorang remaja berseragam tentara yang katanya anggota Wamil (cowok Korsel kena 2 tahun wamil), mencek passport kami masing-masing sambil hitung penumpang. Nampaknya ada sedikit masalah karena kami agak lama di sini. Dan berkali2 di cek oleh tentara yang berbeda. Yang perlu digaris bawahi, tentara Korsel punya seragam musim dingin yang modis lengkap dengan bulu2 wakakakkakkk... (ironis episode 2, sayang kagak boleh di poto, hiks!)


Tujuan pertama 3rd Tunnel, terowongan yang katanya digali Korut untuk meng-invasi Korsel. Diawali dengan memasuki museum yang berhubungan sama tuh tunnel, dilanjut nonton pelm pendeknya, selanjutnya kami diperkenankan masuk terowongan sejauh 350 meter saja. 



The 3rd Infiltration Tunnel

Jalannya udah bagus, tapi menurun terusnya itu loooohhh bikin betis sama pergelangan kaki pwegeelll en keceklik klo ga hati-hati... Plus beberapa meter dengan jalan mendatar tapi agak sempit (bersyukur badan gw kecil dibanding turis2 bule), untuk mengintip sedikit terowongan di wilayah Korut.

Dan best part-nya, berangkatnya menurun terus, baliknya...? Yaks!!! Mendaki terooosssss...! Walopun ada disediakan kursi di beberapa spot, tapi kagak ada keliatan yg istirahat disitu. Pada gengsi kale yak? :)

Lokasi kedua adalah, Dora Observatory tempat buat ngintip wilayah Korut. Di sini ga boleh sembarang foto2, ada line khusus buat yg mau foto. Sampe saking pengennya foto wilayah Korut, beberapa turis bule sempet2nya naik pundak temennya cuma buat mem-foto! Ckckkckkk... Niat amat...


Dora Observatory

Lokasi ketiga adalah Dorasan Station, stasiun yang bila dibuka kelak akan menghubungkan Korsel, RRC dan negara2 di Eropa. Wuaaahhhh... Kereeeennn... Indonesia? Bikin monorail aja kagak jadi-jadi... ^_^'

Sebenernya Dorasan Station pernah beroperasi dulu mulai 11 Desember 2007, melayani jalur pengiriman material dari Korsel ke daerah industri di Korut dan kembali membawa barang hasil produksinya. Tapi kemudian ditutup pada tanggal 1 Desember 2008 gara-gara suhu politik yang memanas antara kedua negara.


Dorasan Station

Dan akhirnya, di sini bisa juga foto sama satu tentara DMZ hihihiii... Kasian, demi tugas negara, harus menggigil2 berjaga di ruang terbuka. Mana anginnya na'uzubillaah guedenyaaaa... Udah gitu, duingiiiinnnn lagi... Bbrrrr...!

Pulang dari DMZ kami di bawa mampir ke toko ginseng, and you know what?! We got snow fall!!! Yeaaaayyyy!!! My first snow fall in the whole life... Biarpun ujan saljunya ga banyak, tapi lumayan bikin histeris beberapa turis dari negara tropis macam kami *\(^o^)/*

Kata orang2 sini, gerimis salju di Bulan Maret adalah hal yang luaaarrrrr biasa! Apa lagi pas matahari terang benderang! Serius, mataharinya terang, tapi ujan salju, anginnya gueeddhhaaa dan duiiiinnnggiiiinnnyyaaaaa minta ampyuuuunnnn... Mendadak kangen Indonesia yang udaranya ga menipu. Klo ujan ya adem, klo cerah ya panas. Ga kayak di Korsel atau di Arab yang udaranya menipu hiksss...



Saljuuuuuu... *biarpun cuman gerimis doank wkwkwkwkkkk...*

 Kami minta di drop di Ittaewon biar sekalian keliling. Tujuan kami pertama adalah warung kebab, blom makan siang gan walopun udah cemal-cemil roti sama biskuit di perjalanan...

Kami langsung masuk di warung kebab pertama yang kami temui, namanya Ankara Kebab. Tempatnya ga terlalu besar, cuma ada meja bakso yg merapat ke dinding sama beberapa kursi bar. Sekalian nanya sama tu Mas2 Turki yang bisa sedikit Bahasa Indonesia penjaga warung kebab letak Ittaewon Mosque.



Nengok Ittaewon Mosque sekalian hunting makanan halal

Selesai makan dilanjut ke Ittaewon Mosque, and makan di Murree warung makan Korea muslim. Lumayan bisa nyicipin bibimbap sama... Apa tuh ya... Makanan berkuah mirip sop iga sapi yang ada sounnya (Galbi Thang?). Itulah pertama kalinya gw makan kimchi sama bibimbap yang serius diaduk semua sama telor setengah cairnya, and it's not too bad I think. Cuma pas udah slese, ga nahan bau anyir telor yang nempel di gelas minum wkwkwkwkkkk... Oh iya, klo di Korsel, warung makan selalu nyediain dispenser buat tamu, gratiiiisssss minum sepuasnya!

Pas keluar dari warung makan, Ow eM Gee... Anginnya bener2 ga nahaaaannnn... Gw menggigil sejadi2nya, padahal jaket udah sampe bebulu2! Masih juga blom ke counter! Kami pun memutuskan buat balik aja ke penginapan daripada sakit, dan melanjutkan jalan besok lagi.

                                                                        ********

Monday, April 2, 2012

My First Snow Fall Di Negeri Ginseng (Part 1)







Oppa Bae Yong Jun...

Antara sengaja dan engga, akhirnya gw berhasil menginjakkan kaki di Negeri Ginseng. Bertepatan dengan awal musim semi di mana katanya bunga-bunga mulai bermekaran...
Itinerary dirancang sepadat mungkin, mengingat waktu yang sempit. Walaupun tidak juga harus berlari2 seperti perjalanan ke Singapura terakhir.

Daftar to do list sederhana aja, Nami Island, DMZ, nongkrongin Cherry Blossom, dan tentu aja City Tour (Han River, Namsan Tower, Namdaemun, Myeongdong, Insadong, Istana2, dan klo dapet waktunya, nonton Nanta Show)





Makanan Selama Di Korea


Kamis, 22 Maret 2012, Jakarta -Kuala Lumpur - Korsel

Perjalanan dimulai dengan menumpang penerbangan promo AirAsia. Jadwal penerbangan terusan CGK-KLCC 8.30-11.30 lanjut KLCC-Incheon 14.35-21.55. Transit 3 jam di Kuala Lumpur lumayan buat meluruskan kaki sedikit, makan siang dan lain-lain.

Penerbangan 2 jam (KLCC +1jam dari WIB) CGK-KLCC ga terlalu berasa , tapi perjalanan KLCC-Incheon berasa banget lamaaaaaanya... Pantat berasa tepos, badan pegel2, mata ngantuk tapi ga bisa tidur.

Baca udah, dengerin musik udah, nyoba tidur udah, judulnya MATI GAYA! Ditengah ke-matigaya-an gw, di belakang seat gw ada Japanese yang mulai berbincang sama temen seperjalanannya, Korean yg tinggal di Aussie. And they were talking about how danger the nuclear poison nowadays after Tsunami strucked Japan and has been killed many poeple which hidden by the Japanese Government!!!

Gileeee... Konsentrasi gw nulis langsung kepecah. Mereka terus bicara politik, bikin pala gw puyeng. Ga pengen denger tapi chit-chatnya kenceng beneeerrrrr... @#*?!"?!*#@?!!!

Mana gw ada rencana ke Japan taon depan, hadeuuuuhhhh... Niy Japanese katanya juga udah kabur en tinggal di Thailand sekarang ini, walopun keluarganya masih bertahan di kampung halamannya yg beracun. Mungkin mereka memegang teguh pepatah, lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang.



Naminara
Saking asyiknya "nguping", ga berasa akhirnya kapten pilot ngumumin juga klo kami akan segera nyampe di Bandara International Incheon tepat pukul 10 PM waktu setempat, berarti ditotal menghabiskan waktu 6 jam dari KLCC! Ahhh pantes ajah pantat gw sampe tepos! Salah perhitungan perbedaan waktu lagie... Gw pikir bedanya 4 jam dari WIB, taunya cuma beda 2 jam... *fiuwh...*

Sampe Bandara Incheon mata mendadak sepet, tapi apa daya musti segera turun. Orang-orang membludak antri di toilet, lalu antri di Railroad Airport station menuju imigrasi dilanjut antrian imigrasi. Terang aja... yang satu penerbangan pun bejubel banyaknya wkwkwkwkkk...

Slese proses imigrasi, beli TMoney diisi 20rb KRW each buat transport selama di sini. Rencana mau naik Limosine Bus Route 2 Namsan Area ke Millenium Hilton Hotel, apa daya kami ketinggalan... Hiks! Kesalahan ke dua masalah perhitungan waktu dan jadwal bus wkwkwkwkkkkk... Gw pikir tu bus terakhir ke Millenium Hilton Hotel jam 23.30, kagak taunya jam 22.30, hadeuhhhhh...

Oenni transport information ngasih tau buat ganti haluan naik subway ke Seoul Station lalu dilanjut ke Hostel naik taksi. Makjaaaannn tengah malem nanya Gate 8 di Stasiun Seoul kagak ade yg ngarti apa yang gw omongin wakakakkakkk... So, kita keluar aja. Ternyata di luar antrian taksi puanjaaaannnggg... Syukurlah, masih banyak orang :)

Sambil antri, ngobrol sama couple tourist Philipine yang senasib di antrian depan kite. Sampe ngakak2 karena sama kagak ngartinye kite ada dimandra en ngakak2 karena nanya sama orang sononya sama aja bodong cuman didadah2in en kibas2 tangan sambil geleng2 plus cengar-cengir. Tangannya sebentar2 usap2 belakang rambut, dengan mulut bergumam2 ga jelas hahahaaaa...

Jam berapa entah, kami dapet taksi juga. Keliling2 ga tentu arah di gang depan Namdaemun Market, sampe ahjussi sopir taksi nanya orang beberapa kali. Ternyata hostelnya bener2 nyempiiiillll ga kayak yg terekam dipoto yang dipajang di internet (-_-!)

Sampe di hostel, front office kosong... Oh tidaaaakkk... Kami memang sangat telat, setengah dua baru sampai sedangkan office hour sampai jam 1 malam... Untung ada Chang, backpacker Taiwan yang helpful banget sampe bantu telpon2in, bahkan sampe keluar hostel buat nunjukin hostel lain klo seandainya kami ga bisa masuk.

Pas kami bertiga tengok2 di luar cari2 hostel, ada cowok "temennya WonBin" lari2 sambil tereak,
"Nyongseo! Nyongseo!"
"Are you Novia? I saw your luggage at the office. Sorry, I was just asleep and washed..."
Katanya setelah dekat sambil tangannya bergerak menyerupai orang yg lagi tidur en cuci muka dengan logat korea.

Tentu aja gw girang banget! Akhirnyaaaa... Gw bisa bobo... Huwhuwhuwww... Pengen rasanya pelok-pelok itu front officer hahahaaa... *girang apa gatel?!*
Gw berkali2 ngucapin makasih sama Chang, cewek kecil nan tomboy asli Taiwan itu. Chang senyum2 tersipu sambil bilang,
"It's okay," katanya berkali2 sambil mengangguk2 -untungnya ga pake berlompat2an *burung kutilang kale*-.

Dan setelah dapet kunci, bayar hostel didepan plus deposit, kami pun akhirnya bisa ngamar dan berantakin bawaan. Chit-chat sebentar ngomongin rencana besok, dan kemudian tepar dengan sakseussssss setelah memutuskan besok ke Namiseom ngeteng by subway ajah biar santeiy...

                                                                       ********

Jumat 23 Maret 2012, Naminara Republic

Pagi ini gw kebangun jam 7 waktu Seoul setelah tadi malem baru tidur jam 2.30 waktu Seoul. Ahhh... Masih ngantuk, tapi lumayan segeran... Mandi air panas yang panas banget, soalnya udara Seoul sangaaattttt dingiiiinnnn... Brrrr... Dikamar siy ga brasa dinginnya ada pemanas lantai, lahhh di kamar mandi, maaaakkkkk brasa mau mati beku!!! Makhluk tropis ini merasa terdzolimi!!! *lebay lebay lebaaaaayyyyy! Wkwkwkkkkkk...*

Pantesan dingin banget, ternyata di luar hujaaaannn... Huwhuwhuuuwww... Gimana rencana hari inih...?! Begitu liat ujan, gw yang udah full style langsung ganti kostum dengan jaket dan sepatu boots anti air.

Sarapan mie cup bawaan dari kampung halaman, dan ketemu Kwang Jae buat reservasi DMZ Tour. You know what?! Si Kwang Jae ini lebih kiyut dari si 'WonBin' tadi malem! Wakakakakkkkk... Ntar gw minta poto ahhhhh... Buat kenang2an... *gatel lagiiiiii...*



Naminara
Perjalanan dimulai dari Hoehyon Station Subway yang deket banget hostel menuju ke Dongdaemun Hyehwa. Eh, salah turun! Kurang satu station lagi, gw udah keburu turun di Dongdaemun Stadium xixiixixiii... Naik lagi, trus transfer di Dongdaemun Hyehwa ke Hoegi Station. Eh, salah turun lagi!!! Hahahahaaa... Terlalu! Masih kurang satu station lagi!

Cari2 line 1 jurusan ke (mana ye...?) berdasarkan kebetan kok ya kagak adeee... Tanya2 keliling2, akhirnya ngikutin kebetan yg kedua turun Cheongnyangni ajah... Masih juga pusing... Ternyata Cheongnyangni ada di dua jalur kereta! Hadeuhhh... Sampe ditulisin rutenya sama ahjussie yang jaga Stasiun Cheongnyangni, akhirnya bisa juga sampe di Gapyeong Station! Hahahahaaaa... What a real escape game! (^_*)

Sampe di Gapyeong, kami ketemu dua orang cewek pelancong dari Jakarta juga. Jadilah kita share taxi wkwkwwkkkk... Mayaaannnn ngirit! Fare taxi 3,000 KRW Gapyeong Station - Dermaga Namiseom dibagi 2 heuheuheuuu... Nyampe dermaga, kami split keliling masing-masing di Namiseom. 



Dermaga Naminara

Tiket ferry + admition fee 8,000 KRW /pax dan kami langsung naik ferry begitu dapet tiket, soalnya pas banget tu ferry merapat. Flying fox off, soalnya ujyaaannnn gan, en duinginnyaaaa na'uzubillaah... Bisa2 pas sampe di ujung, udah jadi balok es. Ujung-ujung jari tangan gw aja sampe kebas dan sakit rasanya karena dingin beku.

Ferry lumayan penuh ternyata. Kami yang naik duluan bisa langsung ngetek tempat duduk. Eeh, pas udah duduk manis, banyak rombongan Harabheojhi en Halmeoni pada naik. Gw ga tega trus kasih deh tempat duduk gw buat dua halmeoni. Sampe mereka pada adore en ngeliatin muka gw terus dengan muka sumringah.

"Where are you from?" Kata salah satunya akhirnya.
"Indonesia," Gw jawab dengan senyuman.
"Ahhh... We are from Thailand"

Oooh... Gw pikir Korean asli. Pantesan mau gw kasiy duduk. Soalnya waktu di kereta menuju Gapyeong, ada Ahjuma gw kasih tempat duduk ga mau. Dia menolak dengan ramah.

Pas sampe Nami Republic, kami langsung turun dari Ferry en wara-wiri poto sana-sini di pintu gerbang Nami Republic. Mungkin saking aktifnya kami bernarsis ria, seorang Ahjussie petugas dermaga ketularan pengen narsis juga. Dia samperin gw sambil nunjuk sebuah spot, en minta poto bareng gw! Wakakakkakkkk!



Banci Kamera di Nami

Centil juga nih Ahjussie, pose kok tangannya pelok2 bahu gw. Hadeuuuhhh... Dadah2an en bilang makasih tak lupa nanya kami turis darimana.

Setelah puas wara-wiri di gerbang, en sempat minum secangkir kopi dari vending machine, kami pun akhirnya masuk dan keliling Nami. Rame turis Thailand nampaknya hari ini, walopun ada juga turis lokal, Malaysian, Chinese, en Indonesia sendiri. Ehm, kagak liat turis bule kayaknya... Mereka ngumpul di Ittaewon semua kali ye hehe...

Sambil narsis makan rice cake (ketan tumbuk) bakar panas2 buat ganjel perut. Enak, kenyal2 asin panas wangi arang. Ehhh... Ada angsa nyamperin gw dua! Angsa apa bebek tuh ya? Pokoknya binatang yg megal-megol dah dua ekor! Kayaknya wangi rice cake bikin mereka ngiler! Gw pun terbirit-birit kabur takut di patok. Ga berani kasih, soalnya di depan kantor informasi tadi sempet baca peringatan untuk tidak kasih makan kelinci.

Hampir jam empat kami baru slese keliling Nami, jajan sate ayam bakar sama fish cake kuah di dekat penjualan tiket. Hmmm... Yuumm... Eh, si ahjussie penjual ayam bakar manggil gw sambil potong apel. Trus nusuk sepotong apel pake tusukan sate en menyorongkannya ke gw. Pas gw mau ambil, eh dia kibas2in tangannya trus nyuapin gw! Wuaahahahahahaaaa...! Ahjussie centil satu lagi! Tanya gw darimana, en poto lagi deh... "Kimcheeeee..." (^_*!)



Ferry Menuju dan Dari Nami

Balik dari Nami numpang bus kota ke Gapyeong Stasiun (1100 KRW) naik kereta ke Sangbong Stasiun, transfer ke Jungnang Line turun di Hoegi, transfer lagi ke Line 1 turun di Hyehwa Dongdaemun, transfer lagi ke Line 4 turun di Hoehyeon keluar gate 4 sampe deh di penginapan. Dan hujan ga juga berenti... Ampyuuunnnn... Dan kami dapet sepatu boots anti air cuma 10rb KRW each di Dongdaemun Stasiun!!! Waaahhhh...!!! DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH sodara-sodara!!! Di Jakarta mana dapet boot harga segetoh?!

Istirahat sebentar, trus wara-wiri lagi abis maghrib di Namdaemun Market yang cuma nyebrang doank dari penginapan borong oleh2 dan beli titipan di toko yang penjualnya pintar Bahasa Indonesia. Dan paling penting, gw beli passport holder Lie Seung Gi!!! Wahahahhaaa... NORAK!!!

Pulang dari Namdaemun mampir Family Mart sama toko kecil depan gang beli burger instant sama susu pisang yang terkenal itu dan dijual sejak 1974. Tapi ga dapet onigiri Korea, udah habis huwhuwhuuuwww... (rindu nasi).

                                                               =Next, DMZ en City Tour=

Wednesday, February 29, 2012

Backpacking Jauh Lebih Menarik Daripada Ikut Travel Agent. Kenapa?



 Berikut beberapa alasan kenapa gw lebih suka backpacking daripada jalan bareng travel agent. Ga perlu setuju, ini cuma opini gw sendiri ;)
 
Beredar Nyoookkkk....
1. Bisa bikin itinerary sendiri yang disesuaikan dengan minat dan tentu aja budget. Dan yang paling krusial, gw ga perlu pergi ke tempat2 yang menurut gw ga penting yg biasanya selalu nyelip di itinerary tour. Contohnya, pergi ke toko2 souvenir yang harganya selangit jauh di atas standar. Gw ga tau, apa cara ini bener-bener efektif digunakan sebagai cara penjaringan devisa? Karena beberapa kali gw iseng ikut travel agent, atau kepincut promo yang lumayan murah meriah, ga pernah ada teman seperjalanan yang menaruh minat bahkan sampai jatuh ke dalam "perangkap" sampai terjerumus membeli barang-barang tak berguna itu. Atau gw ikut rombongan travel agent yang berisi orang-orang yang memiliki tabiat sejenis sama gw yak? Hmmm... Patut diteliti lebih lanjut...

2. Bisa berkesempatan bersinggungan dengan budaya dan kebiasaan setempat secara lebih "murni". Maksudnya, menurut pengamatan gw, biasanya orang-orang yang tidak memiliki kepentingan dengan gw bisa lebih all out dan jujur dalam mengekspresikan perasaannya. Gw ga bilang orang-orang travel ga sincere, cuman yah... karena ada faktor kebutuhan gw suka agak ngerasa perlakuan mereka "palsu" ajah. Orang travel pastilah harus bersikap "manis" karena tutuntutan profesi, dan yang paling penting karena kita bayar mereka. Walaupun, ada juga orang travel yang nyebelin kadang-kadang.

Gw senang mengamati dan "menikmati" perilaku warga setempat yang kebetulan sama2 berdesakan dalam bus kota atau subway. Atau yang kebetulan gw tanyai jalan ketika tersasar. Seru, melihat bermacam-macam karakter dan sikap mereka terutama melihat cara berpakaian gw yang mungkin kurang familiar di mata mereka, atau stigma negatif yang terlekat padanya. Tak perlu banyak bicara, cukup tersenyum ramah dan jangan lupa ucapkan terima kasih bila mereka berlalu dengan tergesa atau bahkan dengan provokatif orang tua yang bersama orang yang gw tanyai menarik cucu(?)nya berlalu dengan bahasa yang gw ga mengerti hehehhehee... Namun, kebanyakan, mereka bersikap ramah bila kita bertanya dengan santun ^_^

Bangkok Train System
3. Bisa sedikit lebih mengenal "cara hidup sehari2" warga setempat. Karena kita tidak menggunakan jasa travel, otomatis kita harus berusaha sendiri untuk mencari tahu bagaimana caranya sampai ke satu tujuan. Sehingga seakan2 menjadi warga setempat, kita mengecek rute transportasi umum, membeli tiket, dan "terpaksa" berinteraksi dengan warga sekitar, setidaknya tersenyum atau menganggukkan kepala ketika mengantri atau membeli tiket atau memasuki kendaraan umum. Atau bahkan bertanya cara menggunakan vending machine yang masih belum terlalu familiar di negara kita. Tak perlu malu bertanya kalau memang tidak mengerti, petugas biasanya dengan sabar memandu. Walaupun kadang ada juga yang agak mendengus karena melihat tingkah gw mirip TKW illegal hihihiiii...

4. "Terpaksa" belajar sedikit bahasa lokal. Belajar sedikit bahasa lokal adalah hal yang penting karena selain biasanya warga setempat senang mengetahui orang luar memiliki ketertarikan pada budaya mereka, bahasa juga dibutuhkan saat kita butuh berkomunikasi dengan orang2 yang kebetulan tidak menggunakan bahasa lain selain bahasa ibu. Terutama buat gw yang butuh bertanya atau menginformasikan ada beberapa makanan yang tidak boleh gw makan.

5. Memiliki kesempatan untuk sedikit tersasar. Kenapa tersasar menjadi salah satu keunggulan dalam backpacking? Hmmm... Menurut pengalaman gw, tersasar bisa memberi kita "cerita lebih" di banding perjalanan yang lurus2 saja. Selain kita menjadi lebih banyak tahu rute jalan yang kita jelajahi dari kesalahan, biasanya pengalaman tersasar memberi ingatan (terutama mengenai rute) lebih kuat karena ada cerita tersendiri dibalik rute yang kita lewati tersebut. Sehingga, kalau suatu saat pergi ke tempat itu lagi, kita tidak mudah lupa.



Kenyataannya, gw keliling2 cari patung ga nemu2 haha...

6. Masih berhubungan dengan tersasar, bila kita beruntung, secara tidak sengaja kita bisa menemukan spot2 menarik yang tidak terduga. Seperti tempat makan enak yang tidak pernah disinggung di buku travel, atau tempat2 lain yang menarik minat kita tapi tidak menarik bagi orang lain.

7. Update: Klo berani urus surat-surat imigrasi sendiri, bisa tambah pengetahuan dan membiasakan diri dengan "perjalanan" birokrasi negara lain. Memiliki pengetahuan artinya mengurangi rasa parno, karena parno biasanya datang dari ketidaktahuan.

8. Update: Yang paling penting, bisa merancang perjalanan sesuai dengan budget. Biasanya sih, hasil akhirnya jauh lebih kecil daripada ikut travel agent. Tapi ya tergantung juga sih gimana cara arrange-nya.

Friday, January 27, 2012

Framed Pictures (Mixed)

Mission notPossible in Tanjung Benoa - Bali
"Biasa aja kali Kang liatinnya, jangan gitu2 amad... Sayah pan jadi maluw..."
"Kagak, cuma itu aja... Ane pikir tadi yang melayang karung peralatan canggih ane..."

Tanjung Tinggi - Belitong
"Kurang asem negh, masa' gw dijadiin buket begini..."

Belitung
"Stop, stop, please, kameranya satu aja,,, Coba yah, jadi paparazi yang tertib dikit."

Sea World - Jakarta
"Pose! Pose! Sting Ray, pose! Cheese!!!"

Toba - Rumah Soekarno
"Hadeuuhhh... Atit kaki... Beginilah nasib budget traveller, kemana2 jalan kaki nenteng2 ransel... Hiks"

Beranda Sea World - Jakarta
"Weisz! Paparaziii!!! Siap2 kabooorrrr!!!!"

Jimbaran - Bali
"Kira-kira niy gelas diplototin bakal pecah kagak ya...?"

Sari Ater - Subang
"Liat Neng, ada pocong. Lutu yah...?"

Jimbaran - Bali
"Hmmm... Kayaknya asik nih jalan2 ke bulan... mehehehheee..."
Btw, ada yang numpang namapang tuh di belakang wkwkwkkk...

Belitung
"Kemaren jajan abis berapa yah...? Blon beli tiket balik... Hiks..."
Man In Dieng
"Pada ngeliatin apaan siy bedua?"

Ujung Kulon
"Mana sih ujungnya...?"

Universal Studio - Singapore
"Haaaaahhh?!!! Ada Kang JD!!! Aw! Aw! Aw!!!!"
"Hih... Dasar fans, dimana2 ada aja yg nongol"

VISA KOREA SELATAN GRATIS SAMPAI AKHIR TAHUN 2019! KUUYYY!!!

Hai traveller, pada tau ga? Korea Selatan kan lagi bikin "promo" visa gratis looohhhh... Promo ini diberikan pemerintah Korse...