Showing posts with label german. Show all posts
Showing posts with label german. Show all posts

Thursday, August 22, 2019

EUROPE: 14 Days, 7 Countries and 13 Cities (Part 8)

Selasa, 18 Juni 2019 BERLIN -PRAHA

Welcome to Praha
Jadwal kereta antar negara dari Berlin ke Praha pukul 10.59 siang. Keretanya masih sama dengan yang kemarin dinaiki dari Amsterdam ke Berlin, Deutsche Bahn (DB). Sejak sampai di Belanda kemudian ke Berlin, jadwal transportasi terorganisir dengan baik. Selalu tepat waktu. Begitu berpindah lewat perbatasan menuju Praha, mulai tersendat. Kereta yang seharusnya express hanya berhenti di beberapa stasiun, berkali-kali berhenti di tempat yang tidak seharusnya. Sehingga pada akhirnya, kereta terlambat dua jam sampai di Praha.

Transport Ticket Praha
Sampai di Prague Hlavni Nadrazi, stasiun terbesar di Praha, kami membeli tiket transport 24 jam agar memudahkan keliling-keliling tidak perlu beli tiket lagi. Stasiun ini sebenarnya sudah terintegrasi dengan transportasi dalam kota maupun bis antar kota/negara. Namun, petunjuk arahnya kurang informatif. Sehingga membuat kami kebingungan ketika harus menuju halte tram yang letaknya di luar stasiun. Dan di Tourist Information Office, tempat kami membeli tiket, hanya diberi tahu kalau kami harus memvalidasi tiketnya sebelum dipakai.

Ketika di Amsterdam atau Berlin, mesin validasi (yg sebenarnya hanya mencetak tanggal/waktu di tiket) ada di dalam stasiun karena kami selalu naik kereta. Sedangkan disini kami akan menaiki tram, yang letak haltenya di pinggir jalan. Sampai bingung celingukan mencari-cari itu mesin. Akhirnya setelah bertanya, diberitahu kalau mesin validasinya ada didalam tram *tepok jidat* 😑

Syukurlah, berhasil juga akhirnya sampai ke penginapan, menumpang tram yang crowded dengan turis (sepertinya). Depan penginapannya masih khas arsitektur eropa kebanyakan. Begitu masuk ke bagian resepsionisnya, "Waaww... Penginapannya nampak seperti bar... " Lengkap dengan ornamen patung selamat datang, lelaki telanjang yang eksplisit! 😅

Interesting gravity on my room wall
Dan kejadian tak mengenakkan yang satu, biasanya berlanjut ke kejadian tak mengenakkan lainnya wkwkwkwkkk... Kami tidak bisa membayar penginapan dengan menggunakan kartu kredit. Entah mengapa, CC menolak di otorisasi. Dan kami diminta membayar dengan tunai. Begitu Si resepsionis mengucapkan angka yang harus kami bayar, saya langsung tercenung. Kok dua kali lipat?! Saya konfirmasi, bukannya harganya sudah tertera total di booking konfirmasi? Si resepsionis bilang, engga itu harga satu orang. Hah?! Gw pesan per kamar, bukan perorangan. 

Patung lelaki menggantung membawa payung di depan hotel
Entah bagaimana bisa begitu, mungkin niy resepsionis baru kali ya. Karena untungnya, selagi kami berargumentasi, resepsionis sebelahnya ikut komen. Betul harganya sudah total itu yang di konfirmasi booking-nya. Si resepsionis yang melayani kami nampak masih belagak ga percaya, berkali-kali bilang "Really?!". Dan ternyata, CC kami pun ditolak nampaknya karena Si resepsionis ini memasukan angka yang tidak seharusnya. Apa daya, kami sudah membayar dengan tunai. Ya sudahlah, bisa ambil ATM nanti kalo kurang uang bekalnya. Pikir kami saat itu. Karena kami memang sengaja membatasi membawa uang cash. Toh semua tiket dan penginapan sudah dibeli atau dibooking dengan CC seperti biasa kami lakukan ketika travelling. And this is going to lead us to a "small" disaster 😩

Setelah akhirnya berhasil cek in dan dapat kunci, kami langsung menuju lift. Ternyata penginapannya ada di lantai atas, dan thank goodness kamarnya bagus dan artistik. Untungnya, apa yang terjadi di resepsionis tadi tidak membuat mood kami drop. Sehingga setelah bersih-bersih, ngemil, mandi dan segala macamnya, kami bersiap untuk lanjut beredar. Biar besoknya, bisa santai tidur sampai siang lalu melanjutkan ke destinasi selanjutnya.

Friday, August 16, 2019

EUROPE: 14 Days, 7 Countries and 13 Cities (Part 7)

Senin, 17 Juni 2019 AMSTERDAM - BERLIN



Let's go to the next destination! Berlin, Jerman! Kami menumpang kereta dari Amsterdam Centraal menuju Berlin Hauptbahnhof. Sampai di peron, aman. Tapi agak-agak bingung pas mau naik keretanya. Bener ga sih niy kereta yang bakalan kita tumpangin? Kok tua ya keretanya... Nanya sama petugas yang lagi ngobrol sama temen-temennya. Eh, malah dibecandain. Kan bingung yak sayanyah, ini serius apa becanda. 


Gw tanya Si Bapak, "Is this train going to Berlin?". Eh, dianya jawab, "Sssssttt... Don't tell anyone...". Sambil belagak bisik-bisik gitu. Dasar. Yowislah, sotoy aja. Gw cek nomer yang tertera di tiap gerbong. Lahhhh nomor gerbong yang tertera di e-Tiket gw kagak ada! Ternyata oh ternyata, nomor gerbong kereta gw berbentuk digital dan letaknya agak ke bawah dibanding nomor gerbong yang berbentuk plakat wkwkwkwkkkk... Syukurlah... Tak berapa lama kami duduk, kereta pun berangkat. On time!

Ehhhh ketemu lagi sama Si Bapak, ternyata doi kondekturnya. Doi nyapa, "Halloww again!" wkwkwkkk... Dasar centil.

Masuk maupun di dalam kereta tidak ada cek ricek passport ataupun visa. Tapi di perbatasan, ada pergantian petugas. Dan kereta terasa meluncur lebih cepat di area Jerman.

Sampai Berlin hbf sore, dan kami sudah memilih hotel yang bisa dijangkau dengan jalan kaki dari stasiun. Mencari hotel ga terlalu nyasar karena menggunakan Google Maps, walaupun tetep aja buta arah! 😅 Kami harus melewati jembatan yang agak-agak spooky menyeberangi Sungai Spree. Dan sepertinya tidak aman kalau harus lewat situ setelah matahari tenggelam. Untungnya, matahari tenggelam cukup telat. Sekitar pukul 9 malam.

Sampai penginapan langsung beres-beres dan siap-siap kembali cusss beredar di Berlin. Karena besok sudah harus berangkat lagi ke Praha 😩

Setelah membeli tiket 24 hours, kami menumpang tram menuju site memorial runtuhan tembok Berlin Gedenkstätte Berliner Mauer. Tempatnya cukup luas, dan bikin bulu kuduk merinding. Apalagi melihat foto mendiang yang banyak diantaranya masih anak-anak. Merinding bukan karena takut, tapi karena membayangkan kekejaman yang mereka terima (kebanyakan ditembak ditempat) hanya karena mereka ingin berkumpul dengan sanak familinya yang terpisah... 😭

Dari site reruntuhan tembok Berlin, kami kembali menumpang tram menuju gedung parlemen Jerman Deutscher Bundestag. Ga masuk tentu aja, cukup foto-foto barbuk di luar wkwkwkk... Banyak anak sekolah yang tampaknya melakukan tour di sini. 

Tak lama, kami melanjut dengan berjalan kaki menuju Brandenburg Gate. Yups, bukan hanya di Paris, Berlin pun memiliki gerbang yang lumayan terkenal dan ramai dikunjungi turis. Kebetulan sampai disini matahari sudah mulai tergelincir, jadi dapetlah foto agak-agak sunset.

 

Tidak jauh dari sana, terdapat site yang lumayan terkenal karena Incess foto-foto di sini dan kena kritik pedas netizen. Apa itu anak-anak...? Betooolllll! Berlin Holocoust Memorial. Usahakan untuk menjaga diri untuk ga pose aneh-aneh di sini ya. Karena ini tempat memorial, bukan turis attraction.


VISA KOREA SELATAN GRATIS SAMPAI AKHIR TAHUN 2019! KUUYYY!!!

Hai traveller, pada tau ga? Korea Selatan kan lagi bikin "promo" visa gratis looohhhh... Promo ini diberikan pemerintah Korse...